5 Reaktor Nuklir Terbesar

"Apa Itu Reaktor Nuklir ?"
Reaktor nuklir adalah tempat/perangkat dimana reaksi nuklir berantai dibuat, diatur dan dijaga kesinambungannya pada laju yang tetap (berlawanan dengan bom nuklir, dimana reaksi berantai terjadi pada orde pecahan detik, reaksi ini tidak terkontrol.
Daya fusi merupakan teknologi ekperimental yang berbasi pada reaksi fusi nuklir. Ada beberapa piranti lain untuk mengendalikan reaksi nuklir, termasuk di dalamnya pembangkit thermoelektrik radioisotop dan baterai atom, yang membangkitkan panas dan daya dengan cara memanfaatkan peluruhan radioaktif pasif, seperti halnya Farnsworth-Hirsch fusor, dimana reaksi fusi nuklir terkendali digunakan untuk menghasilkan radiasi neutron.

"Dimana Reaktor Nuklir Terbesar Didunia ?"
Pada Desember 1942, sebuah eksperimen yang akan mengubah dunia dilakukan di University of Chicago. Setelah riset bertahun-tahun dan kontruksi selama beberapa bulan, reaktor nuklir pertama di dunia, Chicago Pile-1, siap diuji coba. Dikonstruksi dari kisi-kisi berupa blok uranium dan grafit dan disusun 57 lapis tingginya, Chicago Pile-1 lahir dengan sedikit kemiripan dengan reaktor nuklir saat ini. Pada saat itu, “kelompok bunuh diri” yang terdiri dari 3 orang siap sedia masuk untuk mematikan reaktor apabila sistem keselamatan gagal. Untungnya 50 orang yang hadir saat itu masih bisa bernapas lega – sebagaimana kelompok tersebut tidak terpakai. Reaktor bekerja tanpa halangan, dan era nuklir lahir.

Saat ini, lebih dari 400 reaktor nuklir berlokasi di 30 negara di sekeliling dunia. Bersama-sama, reaktor-reaktor ini menyumbang 15% energi listrik dunia dan 2% total energi dunia (suber: World Nuclear Association). Sebagaimana yang kita tahu, reaktor nuklir dibarengi pro dan kontra, tapi tak seorang pun dapat menyangkali eksistensinya. Sekarang, setelah kita tau sedikit bagaimana reaktor nuklir telah hadir selama 60 tahun belakangan ini.
Spoiler for 5 . Isar II di Jerman :

Reaktor nuklir Isar II yang berlokasi dekat Niederaichbach, timur Munich, Jerman

Sudah lama Jerman memiliki hubungan yang tidak baik dengan energi nuklir. Sementara negara tersebut bergantung terhadap energi nuklir sebesar hampir 20% dari energi listriknya, pertimbangan mengenai keselamatan reaktor dan penyimpanan limbah berakhir pada rencana untuk menutup beberapa reaktor terbesarnya. Termasuk dalam list, 2 reaktor yang berlokasi di Essenbach, Jerman. Bersama-sama, Isar I dan Isar II, menghasilkan cukup energi listrik untuk mensuplai 1.500.000 rumah tangga tiap tahun (sumber: Nuclear Energy Institute).

Tetapi adalah Isar II yang masuk dalam list. Reaktor yang dikomisi pada tahun 1988 ini menghasilkan daya listrik bersih terpasang sebesar 1.400 MW (sumber: E.ON). Menurut E.ON, perusahaan utiliti Jerman yang menjalankan Isar II, jika daya sebesar itu diperoleh dengan pembangkit berbahan bakar fosil, maka akan dihasilkan 12 juta ton (11 juta metric ton) karbon dioksida yang akan dibuang ke lingkungan (sumber: Crowley). Mungkin hal ini juga yang menjadi alasan untuk meninjau ulang dekomisi Isar I pada 2011 dan saudara besarnya pada 2020.

Spoiler for 4 . Brokdorf di Jerman :

Domba bersantai di padang rumput depan reaktor nuklir Brokdorf, dekat Hamburg, Jerman

Di pinggiran sungai Elbe, domba bersantai dengan malasnya di padang rumput hijau, tanpa terkesan dengan adanya reaktor nuklir besar yang berlokasi 100 feet (30 m) dari situ. Reaktor Brokdorf, yang namanya diambil dari kota yang mengelilinginya, menjadi rumah dari 110 ton (110 metric ton) uranium (sumber: E.ON). Konstruksi reaktor ini dimulai tahun 1981, dan pada tahun 1986, reaktor ini beroperasi. Sebagai salah satu reaktor nuklir terbesar di dunia, Brokdorf mengklaim sebagai World Champion untuk gross annual output pada tahun 1992 dan 2005 (sumber: E.ON), dengan kapasitas listrik bersih terpasang sebesar 1.410 MW, Brokdorf dapat dengan mudahnya merebut kembali gelar tersebut sebelum jadwal dekomisinya pada tahun 2018.

Kapasitas listrik Brokdorf membuatnya menjadi yang terbesar di Jerman. Salah satu hasilnya, sepanjang 80an, Brokdorf menjadi tempat demonstrasi anti nuklir terbesar dari negara tersebut. Pendemo membawa puluhan ribu orang per hari pada waktu puncaknya. Kadang demonstrasi menjadi kekerasan, pendemo melemparkan bata, botol, dan bahkan bom bensin ke polisi anti huru-hara, memaksa polisi melemparkan gas air mata dan penangkapan masal. Hasilnya ratusan orang terluka, termasuk masyarakat dan polisi. Saat ini, reaktor ini tetap menarik beberapa pendemo damai, tetapi dengan pertimbangan terhadap pemanasan global dan meningkatnya biaya energi, sikap Jerman terhadap reaktor nuklir bergeser. Tentu saja tidak semua negara mengalami seperti apa yang dialami Jerman. Reaktor berikutnya dari list kita adalah reaktor nuklir yang berlokasi di negara yang mendapat lebih banyak listriknya dari reaktor nuklir dibanding negara lain di dunia.

Spoiler for 3 . Civaux 1 and 2 di Perancis :

Frase, “No oil, no gas, no coal, no choice” telah menjadi mantra yang menjelaskan dukungan Perancis terhadap reaktor nuklir

“Tidak ada minyak, tidak ada batu bara, tidak ada pilihan”. Frase tersebut telah menjadi mantra Perancis untuk mendukung energi nuklir. Sebagaimana ketidakstabilan di Timur Tengah memaksa kenaikan harga minyak terus menerus selama 1960an, Perancis menyadari untuk beralih dari pembangkit listrik berbahan bakar fosil. Saat ini, negara tersebut memiliki 59 reaktor nuklir yang bertanggung jawab dalam memproduksi 76% energi listrik Perancis, dan dua diantaranya yang terletak di Civaux adalah yang terbesar. Beroperasi penuh tahun 1999, Civaux 1 dan 2 menelan biaya konstruksi kira-kira sebesar $ 4,1 milyar (sumber: Power Technology).

Sementara itu merupakan harga yang berat, biaya kontruksi di negara lain bisa lebih mahal. Faktanya, daya yang dihasilkan Civaux 1 dan 2 semurah daya yang dihasilkan dari batu bara dan gas bumi. Turbin dari reaktor ini panjangnya lebih dari setengah lapangan sepak bola dan beratnya mendekati 3.000 ton (2.772 metric ton), yang menjelaskan bagaimana tiap Civaux menghasilkan daya bersih sebesar 1.450 MW.

Reaktor ini juga memili sistem keselamatan yang impresif, termasuk kemampuan shutdown dalam 2,15 detik. Meskipun demikian, Civaux I ditutup sekitar satu tahun setelah kebocoran pendingin ditemukan. Penggantian pipa dilakukan dan reaktor siap online namun badan regulator menemukan masalah dengan pembentukan bakteri berbahaya dalam pendingin. Untuk mengatasi masalah ini, para insinyur menambah ultraviolet treatment system untuk membunuh bakteri. Sekarang keduanya hidup dan beroperasi, dan menolong Perancis menghidupi tidak hanya rumah dan bisnisnya sendiri tetapi bahkan sebagai ekportir energi ke negara tetangganya.

Spoiler for 2 . Chooz B1 and 2 di Perancis:

Chooz B dalam operasi

Seperti saudara mereka di Civaux, dua reaktor yang dikenal sebagai Chooz B1 & 2 adalah bagian dari seri teknologi rektor advance N4 Perancis. Teknologi inovatifnya antara lain ruang kontrol yang terkomputerisasi yang meberi operator informasi lengkap tentang sistem reaktor, dan juga turbin uap dan pompa pendingin yang sangat efisien. Meskipun memakai teknologi yang tinggi, Chooz B1 hanya membutuhkan 12 tahun konstruksi. Lebih impresif lagi, reaktor Chooz B memiliki daya bersih terpasang sebesar 1.455 MW (sumber: Davis). Hal itu yang membuat reaktor ini yang terhebat di dunia dalam hal menghasilkan keluaran individual, mampu menghasilkan lebih dari 5% energi nuklir Perancis (sumber: Areva).

Jika daya keluaran saja tidak cukup impresif, reaktor Chooz menyediakan sarana untuk mengamati asal usul materi itu sendiri. Pada Juli 2009, pembangunan sebuah laboratorium di Chooz B diumumkan. Lab tersebut didesain untuk mempelajari neutrino, yang diharapkan dapat memberi pandangan kepada para ilmuan untuk memahami asal usul semesta.

Reaktor berikutnya dari list kita mungkin tidak menyelesaikan misteri ilmiah apapun, tapi dalam hal daya, tidak terkalahkan.

Spoiler for 1 . Kashiwazaki-Kariwa di Jepang :

Foto dari Kashiwazaki-Kariwa setelah gempa skala 6,8 pada 17 Juli 2007, Kashiwazaki, Niigata, Jepang

Reaktor nuklir Jepang Kashiwazaki-Kariwa, yang selesai dibangun tahun 1997, tidak akan memecahkan rekor keluaran individual, tetapi keluaran daya listrik kombinasinya tak tertandingi. Pembangkit listrik, yang memiliki 7 reaktor terpisah, mempunyai rating daya 8.212 MW. Daya tersebut cukup untuk menghidupi 16 juta rumah tangga tiap tahunnya, menyediakan lebih dari 5% energi listrik Jepang (sumber: Power Technology).

Reaktor Kashiwazaki-Kariwa, seperti reaktor Jepang lainnya dibangun dengan mekanisme keselamatan lebih untuk mampu bertahan dari gempa yang sering terjadi. Pembangkit tersebut menancap sangat dalam. Meskipun demikian, reaktor tersebut terpaksa offline ketika gempa skala 6.8 menghantamnya pada Juli 2007. Gempa tersebut menyebabkan kerusakan pada pembangkit, termasuk kebakaran dan kebocoran radioaktif. Kini, kebanyakan dari reaktor tetap offline sebagaimana badan pengawas mengamati lebih lanjut terhadap kerusakan, dan sebagian reaktor menerima persetujuan untuk beroperasi kembali.


http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6787729

No comments:

Post a Comment